Laman

Senin, 08 Agustus 2011

kegiatan PL2 di Bukittinggi

Madya Praja IPDN Bukittinggi Mempunyai beragam kegiatan di kecamatan masing-masing
antara lain:

Kecamatan Canduang:


photo ini merupakan kegiatan photo bersama Praja dengan warga setempat





photo: acara nonton bareng di lapangan kec.canduang bersama masyarakat dan mahasiswa Unand yang lagi KKN di sana juga

photo: kegiatan naik gunung bersama pak camat dan mahasiswa Unand, dan UIN Jakarta

Kecamatan Ampek Angkek :


photo: senam bersama pegawai kantor.

photo: penanaman pohon di kec. ampek angkek



photo: praja ikut serta sebagai petugas upacara di SMA, dirangkaikan dengan pembukaan MOS di SMA kecamatan tersebut

Kecamatan Baso

photo: acara senam massal bersama masyarakat
photo: doorprice yg disediakan oleh kec.Baso,IPDN dan sponsor dalam acara senam massal

photo: foto bersama camat Baso, I Putu Venda, S.STP, M.Si yang merupakan purna STPDN 07








PL2 madya Praja Bukit Tinggi

Tanggal 6 juli 2011, madya praja regional bukittinggi mulai melaksanakan praktek lapangan II. Praktek lapangan dibuka di Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Kami disebar di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Canduang, Kecamatan Ampek Angkek, Kecamatan Baso, Kecamatan Kamang magek, Kecamatan Lubuk Basung dan Kecamatan Ampek Nagari.
Praktek lapangan ini juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Agam. Yang mana praja diharapkan untuk dapat membantu dalam penyusunan data Profil nagari.

Jumat, 15 Juli 2011

KAMPUS BUKITTINGGI PUNYA POTENSI MENARIK!!


“ Se…….lamat tinggal kasih  ,sampai kita jumpa lagi
aku pergi takkan lama hanya sekejab saja
ku akan kembali lagi, asalkan engkau tetap menanti.”


Penggalan lirik lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi tampan Ello ini menceritakan tentang perpisahan sepasang kekasih   yang dipisahkan oleh ruang dan waktu namun suatu saat mereka akan bertemu  kembali di saat yang telah di tentukan, Dalam masa perpisahan mereka harus berjuang  keras, bersabar , dan saling menunggu. 
Hal ini  bisa dianalogikan dengan masalah regionalisasi di IPDN , yakni Muda Praja angkatan XXI yang terdiri dari 1500 orang yang menjalin ikatan persahabatan , persaudaraan, dan bahkan ikatan kasih sayang yang harus terpisahkan oleh sebuah kebijakan regionalisasi baik di Kampus Pekanbaru, Bukittinggi, Makasar, Manado, Mataram, Pontianak , serta yang akan menyusul kampus papua pada bulan September nanti. Dengan sistem KSK ( Kumpul Sebar Kumpul ) yang telah dijanjikan diawal pencetusan regionalisasi ini dapat membuat perasaaan lega bagi para praja yang akan saling berpisah, sebab mereka akan memiliki keyakinan akan bertemu kembali.
Pada saat pengumuman Regional Di Balai Rudini tepatnya  15 Maret 2001 , isak tangis terdengar dimana – mana, motivasi terlontar ke berbagai arah , serta keramaian tak terkendali terjadi di sudut – sudut ruanga. Betapa sedih berpisah dengan sahabat, walau perjumpaannya belum cukup setahun , namum  tetap akan larut dalam kesedihan.” Perpisahan awal dari pertemuan “.
Ada 2 hal yang menjadi alasan mengapa praja bersedih dari peristiwa perpisahan saat tu :
1.      Muda Praja XXI benar – benar menagis karena berpisah dengan rekan – rekannya.
2.      Muda Praja XXI menangis karena  merasa hanya Kampus  Jatinangorlah  yang terbaik dan takut untuk melanjutkan pendidikan di kampus regional.
Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan terhadap 15 orang praja,berbagai  tanggapan  terlontar mengenai 2 point alasan diatas  yang kami ajukan kepada mereka  dari 15 orang pada saat itu , 10 orang memilih point  pertama, 3 orang memilih point kedua, dan 2 orang memilih keduanya.
 Permasalahan disini adalah bukan terletak pada kuantitas pemilih namun mengapa ada yang memilih point kedua untuk takut melanjutkan pendidikan di kampus regional.  Mindset inilah yang berusaha saya ubah bahwa kampus regional tidak seburuk yang kita bayangkan , sebagai penggambaran saya akan mengambil salah satu kampus Regional dengan mendeskripsikan beberapa hal yang berkaitan dengan kampus tersebut.
      Kampus regional Bukittinggi yang spesifikasi lokasinya adalah  di  Jln. Raya Bukittinggi – Payakumbuh KM 14, kecamatan Baso memiliki banyak keistimewaan bahkan terdapat point – point yang dari kampus pusat Jatinangor . Kadaan Kampus Regional Bukittinggi ini bisa kita lihat dari beberapa sudut , baik dari fasilitas yang dimilikinya, berjalannya  proses  jarlatsuh, keadaan lingkungan, culture dan budaya masyarakat setempat, serta berbagai jenis kegiatan  yang dilakukan dalam perwujudan visi dan misi adanya Regional Bukittinggi ini.  Adapun Visi dan Misi IPDN Kampus Bukittinggi adalah :

VISI
“Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terpercaya mengemban tugas pengembangan ilmu, pembentukan prilaku kepamongan dan penyedia kader pemerintahan yang terampil”

            MISI
  1. Mensenergikan kekuatan civitas akademika     Institut  Pemerintahan Dalam Negeri.
  2. Mengembangkan kurikulum berbasis Pengajaran, Pelatihan , Pengasuhan (Jar-Lat_suh).
  3. Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai kalangan yang mampu mendukung pengembangan kurikulum dan implementasinya.
  4. Melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Dan Pengabdian Masyarakat).
  5. Meningkatkan kwalitas sumber daya manusia Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
  6. Memberdayakan praja sebagai subyek pendidikan dan aset nasional.
Dan banyak  hal yang bisa kita lihat dari kampus regional Bukittinggi, diantaranya 
bidang akademik Penataan Organisasi Berdasarkan Visi Dan Misi Baru IPDN 
di Pusat yakni di Jatinangor  Dalam Membentuk Dan Mengembangkan Kader 
Pamong Praja Melalui Penyelenggaraan Pendidikan Kedinasan Meliputi  p
rogram Diploma IV, strata I (Sarjana),  program pasca sarjana, pendidikan 
profesi / spesialisasi Tindak lanjut terhadap arah kebijakan telah 
dan sedang serta dilaksanakan program sebagai berikut
1.  Program Desain standar kompetensi dan kurikulum jurusan pada setiap
    fakultas melalui lokakarya dengan melibatkan satuan kerja perangkat 
    daerah   dan komponen-komponen di lingkungan Kementerian 
    Dalam Negeri, Bappenas dan Kementerian Keuangan
2.  Penyusunan Rencana Kebutuhan Pengasuh, Organisasi Pengasuhan
     dan Relokasi Wisma :
3.  Penyusunan kebijakan rencana anggaran dalam rangka 
     desentralisasi anggaran;
4.  Memberdayaan IPDN sebagai pusat penelitian dalam rangka 
     pengembangan ilmu pemerintahan guna pemberian rekomendasi kebijakan
     kepada Kemdagri dan pemerintah daerah serta pengabdian 
    masyarakat, dimana akan mengoptimalisasikan dosen untuk meneliti 
   dan mengembangkan ilmu pemerintahan melalui Lembaga Kajian 
   Strategis, Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Fakultas 
   bekerja sama Perguruan Tinggi, Kementerian dan Pemerintah Daerah.

Untuk dibidang  kemahasiswaan dan keprajaan metode yang digunakan disamakan dengan kampus pusat, terdiri dari subagian pengawasan dan subbagian  pembinaan disiplin praja.Subbagian Pengawasan merupakan subbagian dari Bagian Pengasuhan yang mempunyai tugas melakukan urusan bimbingan dan pengawasan praja. Subbagian ini memfunyai fungsi pelaksanaan bimbingan dan pengawasan terhadap Praja dan pemantauan dan evaluasi kegiatan Praja  Subbagian Pembinaan Disiplin merupakan subbagian dari Bagian Pengasuhan yang mempunyai tugas melakukan pembinaan disiplin praja. Subbagian ini mempunyai fungsi pelaksanaan pembinaan disiplin praja.
Selain program dari lembaga terdapat juga program praja kampus Sumbar khususnya bulan februari sampai april diadakan Lomba kebersihan Wisma Praja IPDN Kampus Bukittinggi yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari 2011, dimaksudkan untuk memberikan motivasi bagi Praja agar selalu menjaga kebersihan, kerapian dan kenyamanan untuk tinggal dalam kamarnya masing-masing. Lomba juga bertujuan melakukan pembinaan kepada Praja untuk selalu mematuhi aturan yang diatur dalam Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) yang telah ditetapkan oleh Direkrur IPDN Kampus Bukittinggi, yang menyesuaikan dengan tata bentuk bangunan (lay out) wisma yang ada di IPDN Kampus BUkittinggi. Kegiatan Lomba Kebersihan Wisma Praja ini adalah salah satu kegiatan di Bagian Administrasi Keprajaan IPDN Kampus Bukitinggi. Koordinator Kegiatan, Kasubbag Pengasuhan Alfandi, S.Sos., M.Si, mengatakan bahwa “Agar penilaian lebih bersifat objektif, maka Tim Penilai adalah para Ibu-ibu Dharmawanita Persatuan IPDN Kampus Bukittinggi”. Kepada Praja yang kamar wismanya mendapat nominasi juara I, juara II dan juara III diberikan hadiah dalam bentuk paket untuk masing-masing praja penghuni wisma dan penambahan nilai pengasuhan sebesar 0.05 point
Praja IPDN Kampus Bukittinggi telah menyelesaikan program akademik semester V untuk tingkat Nindya dan semester III untuk tingkat Madya. Sebanyak 202 orang Praja IPDN Kampus Bukittinggi yang terdiri dari Nindya Praja sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Madya Praja sebanyak 101 (seratus satu) orang telah sukses melaksanakan ujian akhir semester V dan semester III pada tanggal 18 Januari 2011. 
     Kegiatan lanjutan yang juga telah dilaksanakan Praja IPDN Kampus Bukittinggi berkaitan dengan penilaian akhir semester III dan V adalah kesamaptaan. Kegiatan kesamaptaan untuk Praja ditujukan untuk menguji dan mengontrol kebugaran Praja setiap 2 kali setahun. Rangkaian kegiatan kesamaptaan yang dimulai dengan kegiatan kesamaptaan jenis A yaitu Lari Marathon selama 12 menit dengan jarak tempuh rata-rata 2,4 Km. Kegiatan kesamaptaan B dalam bentuk Fullup, Situp, Pushup selama 60 (enampuluh) detik dan Shutlerun atau Lari Angka Delapan sebanyak 3 (tiga) kali putaran

 

Praja IPDN Kampus Bukittinggi juga adalah bagian dari komunitas anak muda yang punya talenta dan kreativitas dalam bidang seni, olah raga maupun bidang lainnya. Dengan menyonsong semangat kebangsaan Praja IPDN Kampus Bukittinggi yang diwakili oleh Band Swarna Dwipa yang merupakan salah satu UKP (Unit Kegiatan Praja) Wahana Wyata Praja, pada hari sabtu, 26 Maret 2011 bertempat di Aula IPDN Kampus Bukittinggi melaksanakan festival Band lagu Perjuangan.
Kegiatan festival band yang diikuti 5 kelompok band praja untuk memperebutkan 7 kategori yaitu: Vokalis terbaik, Gitaris terbaik, Drummer terbaik, Basses terbaik, Keyboard terbaik, Band terbaik dan Band terfavorit.  Dewan juri dalam kegiatan yaitu:  Kabag. TU IPDN Kampus Bukittinggi Drs. Baharuddin Pabba, M.Si, Widyaswara Pusdiklat Kemendagri Reg. Bukittinggi Drs. Bujang Saipar dan Bupati Praja. Para pemenang dari kegiatan ini menerima piagam dari Direktur yang diserahkan pada malam Inagurasi tanggal 27 Maret 2011. Dengan kegiatan ini  juga membuktikan bahwa Praja IPDN Kampus Bukittinggi dengan segala keterbatasannya tetap mampu melaksanakan event kegiatan dalam rangka membangun kreativias sebagai generasi muda bangsa yang kreatif, inovatif dan berdedikasi tinggi
Fasilitas kampuspun telah terpenuhi di kampus ini mulai dari, asrama, kelas, sarana olaraga, poliklinik, sekretariat, ruang makan dan fasilitas-fasilitas lainnya yang mendukung kegitan pr aja di kampus ini.
Bagaimanakah tanggapan anda sekarang, kampus regional tidak lebih buruk dari kampus pusatkan, hal ini bisa kita liat dari program – program kegiatan yang dilakukan, ini baru sebagian kecil yang kami dari website Kampus IPDN  Bukittinggi masih banyak program lain yang tak kalah menarik, dan hebatnya semuanya terlaksana dengan baik dan terprogram dengan perencanaan yang matang . Apalagi yang membuat anda ragu muda praja “ Apa masih mau menangis karena takut akan regionalisasi “  pikir ulang untuk hal itu.
by : MWP. Rizki Wulandari ( Majalah Abdi Praja Edisi ke 54 )